








Sosoknya yang tegar, kuat dan begitu tangguh di hadapan saya menangis. Tak pernah saya melihatnya begitu rapuh. Ada sakit terdalam yang tak bisa ia obati hanya dengan diam atau tegar. Teramat menyesakkan, hingga bulir air matanya jatuh juga. Sepuasnya dia mencoba mengobati luka batinnya, wajah tegarnya yang lelah menahan beban menyandar ke dada saya, mata tajamnya yang selalu saya lihat penuh dengan semangat, meredup..dibasahi mata air yang membuncah keluar tak terkendali. Saya menguatkannya..'menangislah sayang, agar kamu lega'.
Pria saya bukan sedang mengiba cinta atau haus dibelai, dia sedang penat. Butuh pegangan baginya menyandarkan diri, dan sayalah tempat paling tepat untuknya bersandar. Dia bisa juga lemah, tak tangguh, dan label 'super' pada dirinya bisa juga luntur. Melihatnya menangis, membuat saya memahaminya. Bahwa dia sedang meminta..'tolonglah, pahami saya'. Bahwa tak selamanya saya bisa egois saat kami mulai mendebatkan suatu masalah, bahwa dia butuh kepercayaan kuat dari saya dan bukan malah menyudutkannya.
Pria saya sama seperti juga pria-pria lainnya di berbagai belahan dunia manapun. Makhluk bernama pria yang diciptakan memiliki sembilan logika dan satu perasaan. Itulah kenapa laki-laki selalu mengandalkan logikanya dalam menyelesaikan masalah.
Seperti rumah joglo, begitulah pria diibaratkan. Punya satu tiang soko guru dan ribuan batu bata, tapi jika satu tiang soko guru itu tercerabut, maka seluruh bangunan itu akan runtuh.
Dan saat wanita menangis?..itu sih wajar. Karena wanita selalu mengandalkan rasa. Sebuah bentuk pelampiasan emosi a la wanita. Wanita menangis belum tentu dinilai cengeng, sedang pria menangis, meski hanya menitikkan setetes air mata tetap saja dinilai 'cengeng'..terdengar tak adil, tapi begitulah realitanya. Wanita 'halal' menangis, dan pria 'haram' menangis.
Saya lalu mencoba mencari jawab atas tangis pria saya..
Saya pikir tangisan pria saya adalah buah dari emansipasi yang didengung-dengungkan sejak jaman Kartini hingga sekarang. Bahwa meski tak kasat mata, bukan hanya wanita yang ingin sejajar dengan pria. Pun, pria saya dan kebanyakan pria ingin setara dengan wanita, rela menanggalkan separuh citra dirinya yang kekar dan maskulin menjadi sedikit feminin. Lagi-lagi karena emansipasi, kini, mereka, para pria-pria itu berubah menjadi pribadi yang halus tapi tegar, pasif namun agresif, dan akrab tapi tetap menjaga jarak. Pria-pria yang berubah jadi lembut dan ekspresif.
Hebatnya, saat memaknai tangisan pria saya ini, saya malah mendapati pengakuan dari seseorang tentang pria-pria yang juga memiliki siklus layaknya wanita.
Bahwa siklus pria dimulai dari tanggal 17 sampai 23 per bulan, dimana saat-saat itu pria tengah dalam puncak kelelahan dan keletihan atau dalam istilah psikologinya, 'burn out'.
Jadi, jangan pernah ganggu priamu di rentang waktu itu, nanti dia akan menangis sejadi-jadinya..;)
Lalu, masih tetap mencari jawab kenapa pria-pria itu menangis..saya mencoba menyibak akal pikiran terdalamnya. Bahwa akal ternyata menjadi penentu pria-pria ini menangis. Kenapa?..karena saat air matanya berderai-derai, itu tanda, bahwa dia sesungguhnya telah lelah berpikir. Akalnya sedang tak mampu diajak kompromi, dan lalu terjadilah, logikanya kalah telak oleh rasa.
Tangisannya adalah kelegaannya bahwa saya masih ada untuknya. Bahwa, seburuk apapun hidup dan kehidupan kami, saya akan tetap berada di sampingnya, mencoba tegar untuknya. Bahwa saya tak boleh lemah, karena tolol saja jika saat pria saya butuh dikuatkan malah saya melemah. Bahwa saat pria saya sedih, hanya sayalah tempat penghiburannya. Bahwa saat dia menangis, label 'egois' dalam diri saya mendadak ikutan luruh.
dan menangislah, bila harus menangis..
satu lagi,
keluarkanlah air matamu hanya pada saat yang tepat!..
That's my advice for you, man ;)
http://ngerumpi.com/Sampai saat ini kenangan akan kisah cinta di masa lampau seakan jadi obsesi yang menghantui. Lupakan atau hubungan baru yang sedang kamu jajaki akan kandas dan hancur di tengah jalan.
Kamu sudah melakukan segala cara tapi tetap saja tak berhasil. Padahal hubungan cinta yang baru dan fresh sangat kamu rindukan dan berharap tumbuh jauh di dalam benak dan hati. Susah yach…? Bagaimana mengatasinya !
Tips yang pertama kita harus ?!
1. TERIMA KENYATAAN
Langkah ini terus terang biasanya sangat sulit dan memerlukan waktu yang cukup lama. Tergantung seberapa lama dan serius diri kita melihat hubungan cinta sebelumnya. Semakin cepat bias menerima kenyataan betapun buruknya akan semakin cepat kamu bias memulainya kembali.
2. BERSIHKAN DIRI DARI AMARAH
Buang jauh-jauh rasa jengkel, kesal, marah dan pedih akibat hubungan masa lalu. Katakana pada diri sendiri berulang-ulang dan camkan dalam-dalam bahwa apapun kesalahnya sudah kamu maafkan. Jika tidak kamu hanya jadi objek bencana masa lalu. Lebih parah lagi kamu dapat meyeret “rasa-rasa” tadi ke dalam sebuah hubungan baru tanpa di sadari. Alhasil, hubungan cinta yang baru dibina bisa jadi bencana karena secara tidak sadar kamu akan memanfaatkan si Dia (yg baru) sebagai objek pelampiasan. KASIAN Kan..!?
3. MASA LALU SEBAGAI PELAJARAN
Begitu berhasil menghilangkan emosi buruk masa lampau di jamin kamu mampu memandang hubungan masa lalu sebagai pengalaman yang memberikan pelajaran bermakna. Coba analisa mengapa hubungan kamu harus berakhir. Kamu akan menangkap sebab musababnya lebih jelas karena emosi sudah terkendali dan berfikir dengan kepala dingin yang dapat digunakan sebagai modal untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama di masa dating.
4. CERITAKAN MANTAN PADA SI DIA
Menceritakan “si Mantan” pada kekasih “Baru” bukanlah hal yang buruk. Ini sangat berguna bagi Kamu dan si DIa. Cerita Kamu yang terlontar berguna sebagai curahan perasaan yang selama ini mungkin terpendam. Di lain pihak gambaran kamu tentang mantan dapat menjadi semacam panduan bagi calon kamu yang baru memahami sedikit latar belakang kamu, Tapi Ingat jangan berlebihan menceritakannya, nanti malah si Dia berfikir akan membandingkan antara yang si Dia dengan mantan kamu.
5. PUTUSKAN TALI HUBUNGAN
Maksudnya adalah harus mempertegaskan dalam hati bahwa mantan kamu tak ada lagi dalam kehidupan kamu yang sekarang ini, yang lalu biarlah berlalu. Tutup buku yang lama Buka Buku yang baru yang lebih Fresh. Dan berhentilah untuk menghubunginya. Fokuskan diri sendiri n’ calon kekasih yang baru
6. SELAMAT TINGGAL KENANGAN
Buang semua koleksi pribadi yang berhubungan dengan percintaan masa lampau seperti foto, surat, pakaian atau apapun, kalau merasa berat masukan saja dalam kardus n’ simpan di tempat yang jauh dari jangkauan kamu. Pasang foto kekasih yang baru (jangan sampai disandingkan foto mantan dengan foto kekasaih kamu yang baru, Bisa berbahaya tuh!!!)
7. KREATIF DONG !!!
Jangan pernah membawa si Dia yang baru ketempat kencan lama yang mampu membangkitkan kenagan lama, cari tempat² yang baru itu membantu membuat penyegaran dalam hubungan percintaan kamu yang baru
8. KENALKAN SECEPATNYA
Si Dia yang baru pada teman² dekat kamu dan keluarga, itu sangat membantu kamu dapat melupakan masa lalu
9. JANGAN MEMBANDINGKAN
Sekalipun antara si DIA yang baru dengan Mantan, walaupun ada salah satu karakter si DIa dan si Mantan sama, Karna setiap orang tidak akan rela untuk dibanding²kan dengan yang lain J
10. SETIAP ORANG ITU UNIK
Fokuskan diri agar si DIa terlihat menarik, penuh charisma dan tampil sebagai sosok yang Unik, COba tilik dan teliti sedalam-dalamnya unsure apa yang ada dalam dirinya yang tidak dapat kamu temukan pada orang lain


